Data Iuran Warga
Perumahan Rabbany Munjul
Tahun 2026

Berikut adalah analisis iuran per blok yang dihitung langsung dari data masing-masing tabel Blok (Blok A hingga Blok T), bukan hanya dari tabel Rekap. Analisis ini mencakup periode data aktif dari Januari hingga Juli 2026 (7 bulan), sesuai dengan keterangan pada laporan berjalan.

1. Urutan Tingkat Partisipasi Blok (Tinggi ke Rendah)

Tingkat partisipasi diukur menggunakan dua indikator utama:

  • Partisipasi Bulanan (% Bulan Terbayar): Mengukur konsistensi pembayaran warga selama periode 7 bulan (Total bulan dibayar dibagi total target bulan).
  • Partisipasi Unit (% Unit Membayar): Persentase rumah yang setidaknya pernah membayar iuran minimal satu kali.

Berikut adalah urutan blok berdasarkan Tingkat Partisipasi Bulanan tertinggi hingga terendah:

  1. Blok H: Partisipasi Bulanan 77,6% (23 dari 28 unit pernah membayar, dengan total 152 transaksi bulanan).
  2. Blok F: Partisipasi Bulanan 77,2% (26 dari 27 unit pernah membayar, dengan total 146 transaksi bulanan).
  3. Blok G: Partisipasi Bulanan 75,0% (29 dari 32 unit pernah membayar, dengan total 168 transaksi bulanan).
  4. Blok L: Partisipasi Bulanan 70,8% (21 dari 24 unit pernah membayar, dengan total 119 transaksi bulanan).
  5. Blok E: Partisipasi Bulanan 67,7% (25 dari 31 unit pernah membayar, dengan total 147 transaksi bulanan).
  6. Blok J: Partisipasi Bulanan 65,3% (25 dari 28 unit pernah membayar, dengan total 128 transaksi bulanan).
  7. Blok O: Partisipasi Bulanan 61,5% (25 dari 33 unit pernah membayar, dengan total 142 transaksi bulanan).
  8. Blok M: Partisipasi Bulanan 60,2% (51 dari 66 unit pernah membayar, dengan total 278 transaksi bulanan). Catatan: Di tabel Rekap tertulis 61 unit, namun di lembar data asli Blok M terdapat 66 unit rumah.
  9. Blok I: Partisipasi Bulanan 58,0% (25 dari 33 unit pernah membayar, dengan total 134 transaksi bulanan).
  10. Blok D: Partisipasi Bulanan 53,1% (20 dari 28 unit pernah membayar, dengan total 104 transaksi bulanan).
  11. Blok T: Partisipasi Bulanan 50,8% (11 dari 18 unit pernah membayar, dengan total 64 transaksi bulanan).
  12. Blok R: Partisipasi Bulanan 47,6% (26 dari 42 unit pernah membayar, dengan total 140 transaksi bulanan).
  13. Blok B: Partisipasi Bulanan 47,6% (21 dari 30 unit pernah membayar, dengan total 100 transaksi bulanan).
  14. Blok K: Partisipasi Bulanan 46,9% (19 dari 32 unit pernah membayar, dengan total 105 transaksi bulanan).
  15. Blok Q: Partisipasi Bulanan 44,3% (22 dari 40 unit pernah membayar, dengan total 124 transaksi bulanan).
  16. Blok P: Partisipasi Bulanan 42,4% (20 dari 33 unit pernah membayar, dengan total 98 transaksi bulanan).
  17. Blok C: Partisipasi Bulanan 41,6% (20 dari 33 unit pernah membayar, dengan total 96 transaksi bulanan).
  18. Blok N: Partisipasi Bulanan 36,0% (9 dari 23 unit pernah membayar, dengan total 58 transaksi bulanan).
  19. Blok S: Partisipasi Bulanan 34,7% (12 dari 28 unit pernah membayar, dengan total 68 transaksi bulanan).
  20. Blok A: Partisipasi Bulanan 34,5% (25 dari 60 unit pernah membayar, dengan total 145 transaksi bulanan).

Visualisasi perbandingan ini dapat dilihat pada grafik “Tingkat Partisipasi Iuran Per Blok (Januari – Juli 2026)”.

2. Analisis Potensi Penerimaan Iuran (Skenario 90% dan 100%)

Berdasarkan klasifikasi nominal pembayaran yang ada pada lembar data:

  • Rumah Berpenghuni (Tarif Rp 30.000): Teridentifikasi sebanyak 426 unit rumah yang aktif membayar dengan nominal ini.
  • Rumah Tidak Berpenghuni (Tarif Rp 15.000): Teridentifikasi sebanyak 29 unit rumah yang aktif membayar dengan nominal ini.
  • Belum Pernah Membayar: Terdapat 214 unit rumah yang belum memiliki catatan pembayaran sama sekali, sehingga status huniannya belum diketahui secara pasti dari data transaksi.

Berikut adalah perhitungan proyeksi pendapatan iuran berdasarkan dua skenario asumsi untuk rumah yang belum membayar:

Skenario A: Mengasumsikan semua rumah yang belum membayar adalah Rumah Berpenghuni (Rp 30.000)

  • Total Potensi 100% Warga Membayar:
    • Per Bulan: Rp 19.635.000 (640 rumah berpenghuni × Rp 30.000 + 29 rumah kosong × Rp 15.000).
    • Total s.d. Juli (7 Bulan): Rp 137.445.000.
  • Total Potensi 90% Warga Membayar:
    • Per Bulan: Rp 17.671.500.
    • Total s.d. Juli (7 Bulan): Rp 123.700.500.

Skenario B: Mengasumsikan rumah yang belum membayar mengikuti proporsi hunian yang ada saat ini (93,6% Berpenghuni : 6,4% Tidak Berpenghuni)

  • Total Potensi 100% Warga Membayar:
    • Per Bulan: Rp 19.496.643 (Sekitar 626 rumah berpenghuni dan 43 rumah kosong).
    • Total s.d. Juli (7 Bulan): Rp 136.476.500.
  • Total Potensi 90% Warga Membayar:
    • Per Bulan: Rp 17.546.979.
    • Total s.d. Juli (7 Bulan): Rp 122.828.850.

Sebagai perbandingan, total iuran riil yang berhasil dikumpulkan dari Januari hingga Juli 2026 saat ini adalah Rp 72.205.000. Hal ini menunjukkan bahwa realisasi iuran saat ini baru mencapai sekitar 52,5% dari total potensi maksimal yang seharusnya bisa didapatkan jika seluruh warga berpartisipasi penuh.

Scroll to Top